Tersangka Kasus Kerusuhan Berhasil di Tangkap

Tersangka Kasus Kerusuhan Papua Berhasil di Tangkap

Indohariannews.com : Tersangka Kasus Kerusuhan yang terjadi di Papua, satu-persatu kini mulai di amankan oleh Polri.
Polri telah menetapkan 63 tersangka pada kasus kerusuhan di Papua.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengungkapkan
rinciannya, di Papua ada 38 tersangka. Dari jumlah itu, sebanyak 28 tersangka kerusuhan di Jayapura, dan 10 di Timika.

“Untuk saat ini dari hasil pemeriksaan yang kemarin informasi 30 (tersangka), sekarang 28 yang sudah ditetapkan (tersangka)
yang di Jayapura. Kemudian di Timika 10,” ungkap Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2019).

Polri mengungkapkan terdapat 30 tersangka saat kerusuhan di Jayapura. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, dari 64 terduga perusuh
yang diamankan, sebanyak 28 orang berstatus tersangka. Sementara di Papua Barat, polisi menetapkan 24 orang sebagai tersangka kerusuhan.

Rinciannya, tersangka kerusuhan di Sorong berjumlah sebanyak tujuh orang. Lalu, di Fakfak sebanyak sembilan orang
dan delapan orang tersangka di Manokwari. “Jadi 24 (tersangka di) Papua Barat,” ujar dia.

Secara keseluruhan, para tersangka diduga melakukan perusakan, pembakaran, makar, penghasutan di muka umum
pencurian dengan kekerasan, dan kepemilikan senjata tajam. Seperti diberitakan, aksi solidaritas Papua muncul di berbagai kota
di Provinsi Papua dan Papua Barat, seperti yang terjadi di Manokwari, Jayapura dan Sorong, Senin (19/8/2019).

SIMAK JUGA BERITA YANG LAINNYA

Presiden Joko Widodo Pimpin Secara Langsung
Gempa Di Bantul Dari Zona Megathrust
The Red Devil Bantai Chelsea Tanpa Ampun

Unjuk rasa kemudian melebar ke Fakfak dan Timika, pada Rabu (21/9/2019). Demonstrasi di kedua tempat juga sempat terjadi kerusuhan.
Kemudian, kerusuhan juga terjadi di Deiyai pada Rabu (28/8/2019), dan di Jayapura pada Kamis (29/8/2019).

Aksi unjuk rasa ini merupakan dampak dari perlakuan diskriminatif dan tindak rasisme yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya
Malang dan Semarang, dalam beberapa waktu terakhir.

Sumber : INDOHARIANNEWS|  Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *