Remaja Geng Motor, Mana Orangtua Mereka?

Remaja Geng Motor, Mana Orangtua Mereka?

indohariannews.com:  Remaja Geng Motor Remaja membentuk kelompok bermotor, Mana Orangtua Mereka bergerombol dalam jumlah besar, lalu membuat onar.

Keonaran yang mereka buat bukan lagi kenakalan remaja, tapi sudah merupakan tindak kriminal.

Kategori tindak kriminalnya pun sudah masuk kategori kriminal berat, karena mereka sampai tega membunuh orang.

Korban kejahatan geng motor ini tidak sedikit.

Di antara berbagai soal yang bisa kita diskusikan terkait gejala ini, pertanyaan paling penting untuk diajukan adalah, ke mana orangtua mereka?

Sulit untuk mengatakan bahwa mereka tidak punya orangtua, sulit untuk mengatakan bahwa mereka tidak punya orangtua,

karena mereka punya sepeda motor. Mereka tidak punya orangtua, karena mereka punya sepeda motor itu.

Pasti ada orangtua atau wali yang membelikan mereka.

Kenyataan bahwa mereka (sangat mungkin) punya orang tua itu justru menjadi ironi yang sangat tajam. Orangtua macam apa yang memberi anak-anaknya

sepeda motor dan membiarkan mereka memakai sepeda motor itu tanpa kontrol?

Sikap orangtua terhadap sepeda motor menjadi pangkal persoalan ini. Sangat banyak orangtua yang membiarkan

anak-anak mereka naik sepeda motor di usia dini. Anak-anak itu bisa naik sepeda motor. Anak-anak itu berkeliaran di jalan raya.

Remaja Geng Motor

SIMAK JUGA BERITA YANG LAINNYA

Anak-anak naik sepeda motor di jalan raya itu sudah merupakan pelanggaran serius terhadap UU Lalu Lintas.

itu pun belum cukup. Mereka naik sepeda motor dengan menglanggar berbagai aturan, seperti tidak memakai helm,

berboncengan tiga orang, melawan arus, dan menerobos lampu rambu-rambu lalu lintas.

Kecelakaan yang melibatkan anak-anak seperti itu tidak sedikit. Ada banyak kecelakaan yang menyebabkan korbannya luka parah,

cacat, bahkan mati. Tapi fakta itu tak kunjung membuat para orangtua sadar. Seakan ancaman kecelakaan fatal itu adalah perkara remeh.

Bagaimana dengan polisi? Polisi menindak para remaja itu, tapi tindakannya jauh dari cukup. Buktinya, para remaja itu bebas berkeliaran.

Tak jarang polisi membiarkan mereka, hanya sekadar memandang saja. Boleh jadi ini bagian dari lingkaran setan. Polisi enggan menindak

karena sudah terlalu banyak kejadian dan pelakunya. Diamnya polisi membuat kejadian dan pelakunya makin banyak.

Bila dibiarkan terus, keadaanya akan makin parah.

Remaja Geng Motor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *