Ratna Sarumpaet dijatuhkan 2 tahun penjara

Wajah lebam Ratna Sarumpaet dijatuhkan 2 tahun penjara

Wajah lebam Ratna

indohariannews.comWajah lebam Ratna Sarumpaet dijatuhkan 2 tahun penjara oleh Hakim ketua. Hakim menyatakan
Ratna Sarumpaet terbukti bersalah menyebarkan hoax penganiayaan atas dirinya.

“Menyatakan terdakwa Ratna Sarumpaet terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyiarkan
pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran untuk rakyat,” ujar hakim ketua Joni membacakan amar
putusan sidang vonis Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hakim memberitahukan bahwa Ratna Sarumpaet membuat keonaran dengan menyebarkan kabar hoax penganiayaan atas
dirinya. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang disebut
penganiayaan atas dirinya.

Kisah penganiayaan Hoax ini berawal dari tindakan medis operasi perbaikan muka facelift atau pengencangan kulit muka
Ratna Sarumpaet. Ratna Sarumpaet menjalani rawat inap di RS Bina Estetika pada 21-24 September 2018.

Selama menjalani rawat inap tersebut, Ratna Sarumpaet, menurut hakim ketua, beberapa kali mengambil foto wajahnya dalam
kondisi lebam dan bengkak akibat tindakan medis.

SIMAK JUGA BERITA YANG LAINNYA
Habib Rizieq Shihab Kehabisan Uang
Galih Memancing Kemarahan Fairuz
Akun Sosmed Instagram Milik Politikus Gerindra Diretas

 

Foto-foto muka lebam dan bengkak itu selanjutnya dikirim Ratna Sarumpaet melalui WhatsApp ke asistennya, Ahmad Rubangi
pada Senin 24 September 2018. Ratna disebut hakim menceritakan penganiayaan oleh 2 pria di area
Bandara Husein Sastranegara.

“Taksi yang membawa terdakwa berhenti di tempat agak gelap. Pintu samping dibuka dua laki-laki dan menyeret keluar lalu
melempar ke jalan. Satu laki-laki menginjak perut, satu memukuli muka,” ujar hakim memaparkan kebohongan Ratna soal
penganiayaan terjadi atas dirinya.

Foto – foto Wajah lebam Ratna juga dikirimkan Ratna Sarumpaet ke Rocky Gerung lewat pesan WA pada 25 September 2018.

Ratna lantas juga mengaku dianiaya di area bandara Bandung pada 21 September 2018 pukul 18.50 WIB.

Terkait pengakuan adanya penganiayaan, Ratna juga meminta Presiden KSPI Said Iqbal agar menyampaikan penganiayaan
atas dirinya kepada Prabowo Subianto pada 28 September 2018.

Hingga akhirnya, Ratna bertemu dengan Prabowo Subianto pada 2 Oktober di Hambalang. Prabowo kemudian menggelar
jumpa pers usai pertemuan tersebut. Dalam jumpa pers, Prabowo meminta pemerintah mengusut tuntas penganiayaan

Sumber : INDOHARIANNEWS | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *