Pleno KPU Intan

Pleno KPU Intan Jayapura Diwarnai Bentrok massa

Indohariannews.com :Pleno KPU Intan Ketua Panitia Pemilihan Distrik (PPD) Jayapura Utara.
Kota Jayapura, Andi Nyompa diperiksa Gakkumdu. Andi Nyompa dimintai keterangan terkait
dengan dugaan menghalagi tahapan Pemilu 2019

“iya, Ketua PPD Jayapura Utara Andi Nyopan sedang di mulai keterangan oleh Gakkumdu,”

kata Ketua Bawaslu Kota Jayapura Frans Rumsarwir saat diminta konfirmasi, seperti
dilansi dari Antara, selasa (7/5/2019)

Berdasarkan informasi yang di himpun di lapangan, Andi Nyompan digelandang
ke Mepolres Jayapura Kota oleh Gakkumdu guna diminta keterangan pada
Selasa malam. Andi Nyopan diketahui sempat menghilang beberapa saat
dari rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat Distrik Jayapura Utara
dengan membawa data-data hasil rekapitulasi pemilu.

Andi Nyoman kemudian sempat di cari oleh rekan penyelenggara lainnya,
tapi tidak diketahui keberadaannya kurang lebih 1 jam.

Cara mendapatkan tambahan dana dengan online

Pleno KPU Intan

“Theodorus  mengakui ada indikasi petugas PDD tidak netral dan mereka
sengaja pergi menghilang selama 1 jam untuk mengubah hasil surat
suara.

hal itu hampir membuat para masa ricuh dengan melempar batu
dan petugas cepat mengamankannya.

“Bawaslu merekomendasikan pleno ditunda karena sejatinya yang
membacakan hasil rekap itu PPD, tapi PPD tidak ada,”tuturnya .

kemarin kan saya kesana (30/04/2019), waktu supervisi pertama, saya sudah
melihat potensi bahwa di daerah ini relatif rawan untuk untuk terjadinya konflik

seperti ini. lalu dari setiap laporan dan keluhan yang di bawa oleh masyarakat

ke kantor Bawaslu , karena di kantor KPU ini selalu tidak ada aktifitas.
disana,”sambung Roland

Sementara Kapolsek Sugapa Ipda Patria Wanda Sigit mengakui sempat terjadi
bentrok antara kelompok massa.

Dua kelompok massa yang bertikai saling melepar batu yang justru
membuat beberapa aparat kepolisian terluka

Pleno KPU Intan

Patria membenarkan adanya beberapa PPD yang tidak berada di tempat saat
pelaksanaan pleno

Menurut dia, kericuan terjadi karena masyarakat menduga adanya indikasi
keridaknetralan PPD yang ingin mengubah hasil rekpitulasi suara.

Sumber : INDOHARIANNEWS | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *