Kenapa Di Limit Pak ?? Dilema Taksi Online

Kenapa Di Limit Pak ?? Dilema Taksi Online

Kenapa Di Limit Pak
Indohariannews.comKenapa Di Limit Pak ?? Dilema Taksi Online

indohariannews: Masyarakat banyak yang mempertanyakan “Kenapa di Limit Pak kuota sopir taksi online nya?

Pemerintah, melalu Kementrian Perhubungan menegaskan aplikastor taksi online wajib menghentikan pendaftaran mitra driver

baru jika kuota telah terpenuhi.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Angkutan dan Multimoda (AMM) Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementrian

Perhubungan Ahmad Yani telah berlakunya aturan taksi online sejak 1 Juni 2019.

“Iya dari aplikator mestinya sudah (setip pendaftaran), kan mungkin sekarang sudah terjadi keseimbangan, Misal Jogja dia dulu kan

ngasih (kuota) 1000 padahal (driver) sudah 5000, hal itu lah yang harus di akomodasi.” ujarnya Selasa (5/6).

Dalam peraturan tersebut disebutkan batas kuota jumlah taksi online, Pemerintah daerah (Pemda) menjadi pihak penentu jumlah

kuota sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Galau ? Mau Gambarin Perasaan Kamu ? Klik Aja Disini !

SIMAK JUGA BERITA YANG LAINNYA

Kenapa Di Limit Pak ? Karna Terlalu Crowded

Ahmad meminta agar Pemda mengakomodir para mitra driver eksisting meskipun telah melebihi jumlah kuota yang diwacanakan

sebelumnya, Dengan ini, maka diharapkan tidak ada lagi pemberhentian driver eksisting hanya karena kuota.

“Kita berharap tidak ada (pemangkasan kuota) karena kalau itu dilakukan maka nanti terjadi kisruh lagi, Kita kan juga ga mau,” ujarnya

Seperti berita yang sudah bererdadar , Kemenhub memastikan aturan taksi online berlaku 1 Juni 2019,

Salah satu aturan yang di atur adalah tentang batas kuota mitra driver.

kenapa di limit pak

Direjtur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan akan ada kuota atau limit taksi online.

Kuota dan limit ini di sesuaikan dengan permintaan dan penawaran, Pemerintah yang akan menentukan kuotanya.

Jadi apabila masih ada calon mitra driver yang mungkin bertanya “Kenapa di limit pak , jadi tidak bisa ikut menjadi mitra dong ?”

alasannya agar kemenhub dapat tetap memantau kualitas daripada pengemudi atau mitra taksi online, dan agar taksi online

dengan taksi konvensional jumlahnya imbang tidak saling tumpang tindih.

Kuota terbesar diberikan ke wilayah Jabodetabek sebanyak 36.510 kendaraan, Kemudian Jawa Barat 15.418 dan Lampung maksimal

7.000 kendaraan.

Penetapan ini sudah berdasarkan hasil riset dari Pemda masing masing daerah dan komunikasi dengan mitra Taksi Online itu sendiri.

(Alv)

Sumber : INDOHARIANNEWS | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *