Gerakkan 8.000 Massa

Front Pembela Islam (FPI) Akan Gelar Aksi 8.000 Massa

Indohariannews : Gerakkan 8.000 Massa

Indohariannews.com : Gerakan 8.000 Massa Organisasi Ormas atau yang biasa disebut (FPI) bakal melakukan aksi
dengan gerakan 8.000 massa, Rabu (15-05-2019) ini, di Surabaya.

Ketua Organisasi Ormas ini atau Panitia aksi daerah Surabaya Mahdi Al Habsy membenarkan adanya berita tersebut
ia membenarkan jika nanti Front Pembela Islam (FPI), akan melakukan aksi penolakan terhadap kecurangan.

“Nanti tanggal 15 Mei 2019 kita benar akan melakukan demo tapi bukan dari FPI saja yang ikut, ini kan aksi
peduli atas kecurangan Ijtimak ulama jadi semuanya akan ikut,” Ucap,Mahdi Al Habsy.

Kata Mahdi pihaknya akan menggelar aksi ini di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur dan Kantor Badan Pengawas
Pemilu (Bawaslu)

Mahdi telah merinci beberapa hal yang akan disampaikan pada aksi nanti, diantaranya adalah mendesak Bawaslu
untuk Segera menindaklanjuti Laporan dugaan kecurangan.

Menurutnya Bawaslu hingga sekarang sama sekali tidak memproses laporan yang dilayangkan oleh pihaknya itu.

“Pada kecurangan-kecurangan itu sudah kita laporkan sejak sepekan lalu,namun hingga sekarang belum
ada perihal atau penprosesan terhadap laporan ini,” Ujar Mahdi.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Managera mengatakan jika Kepolisian
setempat siap mengantisipasi atas aksi Front Pembela Islam (FPI) nanti di Surabaya.

“Memang untuk harinya sudah beredar di whatsapp,maka dari itu pihak kepolisian daerah Surabya siap untuk melakukan
atau menghadapi aksi gerakkan 8.000 massa itu, Kami dibantu oleh TNI dan seluruh masyarakat Jawa Timur,” Kata Barung.

Untuk Persoalan aksi demo, Barung menyebut masyarakat Surabaya sebaiknya menggunakan jalur konstitusi dalam
menyikapi dugaan kecurangan itu.

“Jika memang benar adanya kecurangan dan sebagainya, jalan konstitusi yang harus ditempuh, apa jalan kesitu-situ
yakni gugat aja di Mahkamah Konstitusi,Semua berjalan baik. Dan selama ini hubungan kami dengan ormas Islam”

“Ya kita bikin ormas lagi, kan begitu selama namanya berbeda. Bisa Front Pendukung Islam, Pejuang Islam dan banyak hal lah
Dan sekali lagi ini (petisi online) masih wacana. Jadi ya lihat nanti lah. Tentunya masyarakat punya pendapat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *