Bawahan Menampik Bosnya Kemana ?

Bawahan Menampik Bosnya Kemana ?

bawahan menampik bosnya kemana
indohariannews.com – Bawahan Menampik Bosnya Kemana

indohariannews: Sunyinya konferensi klarifikasi menimbulkan pertanyaan, Bawahan Menampik Bosnya Kemana ?

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan bahwa massa yang mengikuti aksi

demo yang menimbulkan kericuhan pada tanggal 22 mei, bukanlah merupakan bagian dari pendukung Capres 02 ini.

BPN menilai massa tersebut merupakan masyarakat umum.

“Saya kira itu masyarakat umum yang mempunya hak untuk lakukan demonstrasi, tidak ada label-label itu lagi,”

kata salah satu anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon, di kediaman Prabowo-Sandiaga,

saat di temui tim indohariannews di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

SIMAK JUGA BERITA YANG LAINNYA

Sekarang Bawahan Menampik Bosnya Kemana ? Ke Luar Negri

Menurut Fadli, massa yang mengikuti aksi demi yang membuat kericuhan dari tanggal 21 mei malam sampai tanggal 23 mei

itu merupakan masyarakat yang sekedar peduli dengan ketidakadilan.

Bukan massa yang mendukung capres tertentu.

Secara tidak langsung mereka menampik isu tentang massa yang membuat kericuhan tersebut adalah massa bayaran mereka.

“Mereka hanya sekedar masyarakat yang perduli dan care dengan ketidakadilan yang terjadi di negara kita tercinta ini.

Jadi itu bagian dari masyarakat yang merasa terpanggil mungkin ya,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Gerindraitu pun meyakini dengan se yakin yakin nya bahwa tidaka ada mobilisasi terhadap massa aksi

pada tanggal 22 mei tersebut. para pendemo datang dengan biaya mereka sendiri tanpa campur tangan dari partai Gerindra.

“Ini kan tidak dimobilisasi, dan tidak pernah juga ada perintah mobilisasi, tetapi mereka nya yang datang sendiri dari mana-mana

Tidak ada pengerahan dalam arti mereka dibiayai difasilitasi dan sebagainnya, semua berita yang beredar di kalangan media itu

bisa kami pastikan hanya sekedar hoax, Mereka mungkin merasa terpanggil karena inin menyangkut masa depan bangsa.

Mereka memprotes kecurangan-kecurangan yang ada, dan itu dijamin oleh konstitusi kita,” tutur Fadli.

Hingga klini, 6 orang dilaporkan tewas akibat kerusuhan itu, Selain itu ada lebih dari 300 orang yang mengalami luka-luka

berat maupun ringan yang di rawat di berbagi rumah sakit di jakarta. (Alv)

Sumber : INDOHARIANNEWS | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *