Anies Sok Pintar lagi

Anies Sok Pintar Lagi Bahas Pindah Ibukota

Anies Sok Pintar lagi
Indohariannews – Anies Sok Pintar lagi bahas pindah ibukota

indohariannews.com  Anies Sok Pintar lagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DKI Jakarta
tidak setuju dengan pemindahan ibukota baru.

“Saya tidak dalam posisi untuk berpendapat, itu adalah hak pendapat DPD Dan saya tidak mau ikut campur” ujar Anies.

Anies berpendapat kebijakan itu adalah kebijakan pemerintah pusat dan DPR/MPR. Dia akan menaati jika Ibukota telah final ditetapkan di Kaltim.

“Namun Kalo pendapat saya tidak usah pindahkan udah bagus di Jakarta. Saya bekerja, bertindak berdasarkan undang undang. Selama UU mengatakan
ini adalah Ibukota, saya akan berkerja disini ditempat ibukota.

SIMAK JUGA BERITA YANG LAINNYA
Melawan Rivalitas Berat
Agustus Jadi Pindah Ibukota Saat Pidato Nanti
Polisi Menembak Pelaku Pungli Yang Mengaku Dana Untuk Korban Tsunami

Dia merasa tidak punya hak untuk mengambil keputusan karena itu dia tidak berkomentar soal baik atau jelek pemindahaan ibukota.
“Jadui kami tak dalam posisi setuju atau tidak. karena kami tidak punya kewenangan hanya DPR dan MPR saja yang bisa karena ada unsur pemerintah
pusat.

Siang tadi Anies menerima kunjungan dari empat anggota DPD DKI Jakarta terpilih di Balai Kota Jakarta. Mereka ada 4 ya itu sih Fahira Idris, Sylviana
Murni, Jimly Asshiddiqie, dan Sabam Sirait.

Pada kesempatan itu, keempat angota DPR DKI terpilih juga sempat dimintai oleh mereka tentang pemindahan ibukota kepada saya. ya saya jawab
tidak setuju karena kurang enak digitu masa udah ada di jakarta mau dipindah – pindah jakarta itu kota metropolitan masa mau dipindahkan ke
Kampung sih.

“Tadi kami berempat sepakat bahwa kami anggota DPD Provinsi DKI Jakarta tidak setuju bila ibu kota dipindahkan ke Kalimantan (atau) daerah lain,”
ucap Fahira Idris.

Menurut Fahira, pemindahan ibukota memerlukan biaya yang sangat mahal. Jadi lebih baik uang tersebut digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.
Biayanya pasti triliunan rupiah

Sumber : INDOHARIANNEWS | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *