Aksi Bocah Bakar Piagam Karna Kecewa

Aksi Bocah Bakar Piagam Karna Kecewa

aksi bocah bakar piagam
indohariannews.comAksi Bocah Bakar Piagam Karena Kecewa

indohariannews: Belakangan ini sedang ramai soal aksi bocah bakar piagam karena kecewa dengan pemerintah.

Kekecewaan ini lantaran ia gagal diterima di sekolah SMPN 1 Kajen, Pekalongan.

Bocah ini merupakan salah satu siswa berprestasi di sekolahnya, tetapi berbagai piagam serta penghargaan yang ia dapat ini,

di bakar dan menjadi video yang viral di sosial media.

Siswa tersebut bernama Yumna (12), lulusan SDN 02 Pekeringanalit yang membakar piagam serta penghargaannya pada hari

Minggu (23/6).

Aksi Bocah Bakar Piagam Viral di Sosmed

Saat diwawancarai oleh tim indohariannews di rumahnya yang berada di Griya Kajen Indah, RT 04 RW 12, Desa Gandarum, Kecamatan

Kajen, Yumna terlihat masih sedih bahkan siswa ini sampai sakit.

Karena sedang sakit, akhirnya hanya pihak orang tuanya yang menemui tim kami, yakni Sugeng Wiyoto (50) dan Sukoharti (45).

Sugeng Wiyoto selaku ayang sang anak, mengatakan alasan pembakaran belasan piagam tersebut dilakukan karena anaknya merasa

piagam-piagam tersebut tidak berguna dan tak berlaku lagi dengan kondisi saat ini.

Piagam-piagam tersebut merupakan hasil dari berbagai kejuaraan seni serta lomba mengaji yang ia ikuti, selain itu ada juga beberapa

piagam hasil memenangkan kejuaraan satu kabupaten Pekalongan.

SIMAK JUGA BERITA YANG LAINNYA

aksi bocah bakar piagam

Berbagai kejuaraan dan perlombaan sudah di ikuti oleh Yumna dan ia berhasil menyabet juara satu diantaranya seperti lomba

menulis halus, cerita islami, tilawah, adzan, nyanyi solo, nyanyi grup, dan dokter kecil.

“Anak saya itu termasuk anak yang rajin dan selalu memiliki rangking di kelasnya, Mungkin berpikiran piagam-piagam yang berhasil

ia dapatkan ini tidak dapat membantunya untuk ter kualifikasi masuk sebagai siswa SMP Negeri 1 Kajen (sekolah yang ia inginkan),

jadi akibat merasa kecewa, kekecewaan itu di ungkapkanya dengan cara membakar piagam-piagam yang berhasil ia dapatkan.

Menurut keterangan yang kami dapatkan dari pihak orang tuanya, Yusman gagal masuk ke sekolah yang ia inginkan karena

kurangnya sosialisasi dinas pendidikan perihal jalur jalur pendaftaran serta peraturan pendaftaran yang melarang pendaftar

untuk mendaftar melalui 2 jalur yang berbeda.

Peraturan ini menjadi masalah, lantaran pada awalnya Yumna tanpa terlebih tahulu mengetahui ketentuan pendaftaran yang berlaku

telah melakukan pendaftaran via jalur zonasi melalui media online.

Namun kemudian pihak guru serta kepala sekolah menyarankan ia untuk mendaftar melalui zona prestasi, tetapi ternyata akibat

peraturan dinas kependidikan, seorang murid hanya bisa mendaftar melalui 1 jenis pendaftaran, dari tiga jenis jalur pendaftaran.

Jalur zonasi, jalur prestasi, dan jalur perpindahan orang tua.

Karena awal nya Yumna sudah terlanjur mendaftar via jalur zonasi, Yumna tidak di izinkan untuk melakukan pendaftaran melalui

jalur prestasi, jalur yang seharusnya ia tempuh sejak awal mengingat prestasinya cukup bagus. (Alv)

Sumber : INDOHARIANNEWS | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *